Menghasilkan Uang Jutaan Rupiah Hanya Bermodal Flashdisk

Apakah judul di atas benar adanya? Jawabannya tergantung. Untuk kebenaran ceritanya, bisa saja karangan belaka bisa juga dari kehidupan nyata. Untuk point menghasilkan jutaan rupiahnya, tergantung juga pada kaitannya siapa pemilik flashdisk tersebut dan bagaimana mendayagunakan flashdisk tersebut.

Ilustrasi Gambar Flashdisk dan Uang Jutaan Rupiah

Satu hal yang mungkin, bisa jadi sebagian pembaca ada yang geleng-geleng kepala, bisa juga “mungkin” berpikir bahwa ini sengaja ditulis (bohongan) sebagai bahan renungan untuk para teknisi bahwa mereka jangan “memahalkan” keahlian dan jangan pula “memurahkan” keterampilan yang dimiliki. Yang pasti, rejeki sudah ada yang ngatur..... Ga nyambunggggg.....

Singkat cerita...
Jika flashdisk tersebut dimiliki seorang user yang awam, mungkin suatu saat justru dia akan mengeluarkan uang jasa atas “gangguan” yang menimpa flashdisknya. Gangguan tersebut bisa saja diantaranya kehilangan data, data yang terkena virus, atau hal lainnya yang kesemuanya di luar “kemampuan” si pemilik flashdisk.

Di sisi yang lain, flashdisk akan menjadi alat bantu bagi sumber penghasilan finansial yang cukup lumayan jika dimanfaatkan untuk kepentingan membantu orang lain. Yang penulis maksudkan di sini, siapa lagi kalau bukan para teknisi “profesional” di bidang komputer, yang membantu para konsumen, utamanya dalam jasa penyelamatan data dan installasi.

Contoh Kasus
Suatu waktu ada seorang pemimpin suatu lembaga yang kehilangan data pada hardisknya, dikarenakan hardisknya rusak dan tidak terbaca sama sekali. Gambaran untuk kondisi hardisk tersebut adalah masuk pada kategori kerusakan berat, karena tidak terbaca sama sekali.

Lalu, kaitannya data hardisk dengan kenyataan bahwa dia (konsumen, red) seorang pimpinan pada suatu lembaga atau organisasi besar mungkin sekali banyak data penting yang nilanya tidak bisa diukur dengan uang. Maka ia pasti akan mencari solusi untuk pengembalian data tersebut. Dan karena keterbatasan pengetahuan yang dia miliki tentang perbaikan media penyimpanan data dan pengembalian data pada suatu media yang mengalami kerusakan, maka tidak ada pilihan dia akan mencari “orang pintar”.

Datanglah dia kepada orang pintar yang dimaksud, untuk meminta bantuan jasa pengembalian data. Sebagai “orang pintar” yang profesional, dia tidak akan langsung “menjustifikasi” atas situasi yang terjadi saat itu. Dia tidak akan mematok tarif yang mahal walaupun bisa saja si pimpinan lembaga menyediakan dana yang diminta. Dia juga tidak akan “memurahkan” keahlian yang dimiliki oleh dia dengan bersenjatakan flashdisk.

Yang akan dilakukan si teknisi adalah mencari informasi standard harga yang wajar pada beberapa penyedia jasa terkait masalah di atas, baik perorangan maupun badan usaha. Setelah menelpon ke beberapa kenalan dan mencari informasi harga di internet, ternyata standar harga pengembalian data pada kasus hardisk rusak dan tidak bisa terbaca sama sekali, mencapai jutaan rupiah. Apalagi hardisk tersebut mencapai kapasitas ratusan GB.

Si teknisi menyampaikan standard harga tersebut kepada konsumennya. Semua percakapan diperdengarkan dan semua informasi di internet diperlihatkan. Dan si konsumen mafhum dengan semua penyampaian si teknisi. Lalu si teknisi menyampaikan bahwa jika pengembalian data hardisk tersebut dipercayakan kepada dia, maka harga yang dia patok adalah setengah dari harga standar pada umumnya. Si teknisi meminta waktu satu minggu untuk pengerjaan pengembalian atau pemulihan data dari hardisk tersebut. Jika tidak berhasil, tidak perlu dibayar, jika berhasil bayar setengah dari harga, tepatnya 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Dan deal. Konsumen mempercayakan penuh semua proses pengembalian data kepada si teknisi. Tiga ratus ribu rupiah pun diberikan sebagai uang panjar, walaupun si teknisi tidak meminta DP.

Menurut pembaca mahal tidak? Tentu mahal bagi kita yang merupakan konsumen perorangan. Tapi tidak bagi lembaga atau organisasi besar. Mengapa bisa mencapai harga seperti di atas, karena, setelah didiagnosa dan dibolak-balik sebagaimana dikemukakan diawal postingan....... merujuk pada kondisi hardisk yang akan dikembalikan, yang ternyata termasuk pada kerusakan berat. Dan, informasi yang didapatkan si teknisi pada beberapa jasa pengembalian atau recovery data, hardisk dengan kapasitas 160 GB sampai dengan 500 GB dengan tingkatan kerusakan berat, harga umumnya mulai dari 1,4 juta sampai dengan 2,2 juta.

Selanjutnya....
Dengan telaten dan sabar, si teknisi membongkar hardisk........dst....dst.... kemudian ia mengeluarkan senjata pamungkasnya. UFD 8 GB resmi suatu merek (bukan merek bajakan alias abal-abal). Di dalam flashdisk tersebut terdapat beberepa tool yang merupakan versi gratis. Tool-tool tersebut diantaranya untuk perbaikan firmware, pengecekan kesehatan hardisk, cloning hardisk, backup recovery, partisi hardisk, dan lain-lain, gratis-tiss. Walaupun bukan apklikasi atau tool berbayar, ternyata kinerjanya sangat bisa diandalkan. Tentu saja si teknisi pasti sangat bertima kasih kepada para pengembang tool atau aplikasi tersebut.

Proses yang dikerjakan tidak segampang yang dibayangkan. Tapi dia memang manusia yang tekun juga rupanya. Dielus-elus flashdisknya, dijampi-jampi dan.... setelah tiga hari “di pertapaan” semua data pada hardisk berhasil dipulihkan atau dikembalikan, dengan cara cloning ke hardisk lain. Semuanya utuh tanpa ada file yang error atau corrupt satu pun.

.......
Di lain waktu, ada beberapa konsumen lain dengan hardisk bad sector mulai dari bad sector kelas ringan sampai kelas berat. Mereka tidak menginginkan ganti hardisk. Pertimbangannya hardisk yang waktu itu mahal harganya, dan pertimbangan masalah data di dalamnya yang tidak ingin diganggu-gugat. Untuk hal seperti ini biasanya si teknisi memberikan gambaran harga mulai puluhan ribu rupiah sampai dengan 100 ribu rupiah, kadang 150 ribu rupiah tergantung tingkat kesulitan perbaikan bad sector. 

Lagi-lagi, berkaitan dengan lanjutan cerita di atas, UFD alias flashdisk alias USB Flash Drive........... silahkan pembaca teruskan....





Related Post:

No comments:

Post a Comment

Mohon maaf apabila ada komentar (baik dari facebook, google plus, dll) yang belum dan bahkan tidak dibalas oleh admin.....

Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya